HEMOROID (WASIR)

 

Gbr1.Hemoroid Wasir

 

Pengertian Wasir (Hemoroid)
Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Pembuluh darah yang terkena wasir berada di dalam atau di sekitar bokong, yaitu di dalam rektum atau di dalam anus. Kebanyakan hemoroid adalah penyakit ringan dan bahkan tidak menimbulkan gejala. Jika saja terdapat gejala wasir, biasanya yang sering terjadi adalah:
1. Pendarahan setelah buang air besar. Warna darah berwarna merah terang.
2. Terdapat lendir setelah buang air besar.
3. Benjolan tergantung di luar anus. Benjolan ini biasanya harus didorong kembali ke dalam setelah buang air besar.
4. Pembengkakan, rasa nyeri, dan kemerahan di sekitar anus.
5. Mengalami gatal-gatal di sekitar anus.

 

Pembuluh darah bisa membengkak di dalam anus dan tidak dapat terlihat, ini disebut sebagai hemoroid internal. Pembengkakan juga bisa terjadi di luar anus yang terasa lebih nyeri, yaitu di dekat lubang anus, disebut sebagai hemoroid eksternal.
Wasir atau hemoroid adalah penyakit yang umum terjadi. Pada usia 50 tahun, hampir setengah orang dewasa menderita gatal-gatal, tidak nyaman, dan pendarahan. Ini bisa menandakan munculnya hemoroid.


Penderita Wasir atau Hemoroid di Indonesia
Menurut data Depkes pada tahun 2008, prevalensi hemoroid di Indonesia setidaknya 5,7 persen dari total populasi atau sekitar 10 juta orang. Menurut data WHO tahun 2008, jumlah penderita wasir atau hemoroid di seluruh dunia adalah sekitar 230 juta orang.
Berkonsultasi Kepada Dokter

 

Jika gejala yang muncul tidak membaik, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Terutama jika Anda mengalami pendarahan atau merasa perih. Gejala hemoroid biasanya hilang dengan sendirinya. Selain itu, kondisi ini bisa disembuhkan dengan pengobatan sederhana yang bisa dibeli di apotek tanpa memakai resep.
Dokter bisa mendiagnosis apakah Anda menderita hemoroid dengan menanyakan riwayat kesehatan dan juga melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan memeriksa saluran pembuangan Anda. Beberapa orang merasa enggan untuk bertemu dokter. Anda tidak perlu merasa malu, semua dokter sudah terbiasa dalam memeriksa dan manangani wasir, karena ini adalah penyakit yang sangat umum.


Penyebab Wasir (Hemoroid)
Penyakit ini dihubungkan dengan adanya peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah yang berada di anus dan sekitarnya.Peningkatan tekanan darah di area anus dan rektum bisa disebabkan karena terlalu lama mengejan saat buang air besar. Konstipasi jadi penyebab utama dari orang mengejan. Konstipasi yang terjadi biasanya akibat dari kekurangan nutrisi serat di dalam makanan.


Beberapa hal yang meningkatkan risiko terkena hemoroid:
1. Sering mengangkat benda berat.
2. Usia semakin tua, yang membuat penopang jaringan tubuh menjadi semakin lemah.
3. Batuk terus menerus atau sering muntah.
4. Kelebihan berat badan.
5. Memiliki riwayat kesehatan keluarga yang sakit hemoroid.
6. Duduk dalam waktu lama.
7. Hamil.
8. Sering melakukan hubungan seks melalui anus (anal intercourse).


Perubahan Gaya Hidup Untuk Mencegah Dan Mengobati Wasir
Gejala hemoroid bisa menghilang setelah beberapa hari tanpa penanganan. Hemoroid yang muncul pada masa kehamilan akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah:
1. Meminum banyak air putih. Kurangi mengonsumsi kafein dan minuman beralkohol.
2. Menambah asupan serat di dalam makanan: buah, sayuran, beras merah atau beras cokelat, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian    utuh.
3. Tidak menunda untuk buang air besar. Sebaliknya, jika mengabaikan dorongan untuk buang air besar, bisa membuat tinja keras dan     kering hingga memaksa kita harus mengejan saat buang air besar.
4. Berolahraga secara teratur: Bisa mencegah terjadinya konstipasi, menurunkan tekanan darah, dan membantu menurunkan berat badan.
5. Menurunkan berat badan.
6. Menghindari obat-obatan yang menyebabkan konstipasi seperti obat pereda rasa sakit yang mengandung kodein.

 

Gejala Wasir (Hemoroid)
Gejala yang muncul akibat wasir atau hemoroid pada umumnya ringan. Gejalanya bisa menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Beberapa orang bahkan tidak menyadari mereka menderita hemoroid karena mereka tidak mengalami gejala sama sekali. Gejala yang sering kali muncul adalah:
1. Pendarahan setelah buang air besar tanpa rasa nyeri. Warna darah akan merah terang.
2. Benjolan tergantung di luar anus yang terasa nyeri dan sensitif. Benjolan ini biasanya didorong kembali ke dalam setelah buang air    besar.
3. Mengalami gatal-gatal atau iritasi, sakit, merah dan bengkak di sekitar anus.
4. Keluarnya mukosa atau lendir setelah buang air besar.

 

Hemoroid internal adalah pembengkakan kecil pada pembuluh darah yang ada di bagian atas kanal anus, atau di dinding dalam rektum. Di bagian ini saraf untuk rangsang nyeri sedikit, sehingga penderita hemoroid biasanya tidak menyadari. Tapi bisa juga pembuluh yang membengkak besar hingga menonjol keluar dari anus. Jika sampai keluar dari anus dan ditekan otot kanal anus, kondisi ini bisa sangat menyakitkan. Terlebih lagi, jika aliran darah menuju hemoroid terhenti.
Sedangkan, Hemoroid eksternal adalah hemoroid yang muncul di bagian bawah kanal anus, dekat lubang anus. Di area ini, saraf untuk rangsang nyeri cukup banyak. Hemoroid ini terasa gatal dan juga bisa berdarah dan menggumpal di bawah kulit. Ini menimbulkan benjolan yang keras dan menyakitkan.

 

Klasifikasi Hemoroid


Gbr2.Klasifikasi hemoroid

Hemoroid bisa digolongkan lebih jauh lagi tergantung kepada ukuran dan tingkat keparahannya:
1. Tingkat satu: pembengkakan kecil yang muncul di dalam dinding anus dan tidak terlihat di luar anus.
2. Tingkat kedua: pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat Anda buang air besar dan masuk kembali dengan sendiri saat sudah     selesai buang air.
3. Tingkat ketiga: satu atau lebih benjolan kecil yang menggantung dari anus dan bisa didorong untuk masuk kembali.
4. Tingkat keempat: benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa didorong kembali.

 


Orang-orang yang Berisiko Terkena Hemoroid
Di bawah ini adalah beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena wasir atau hemoroid.
1. Penyakit konstipasi yang berkelanjutan karena kekurangan serat dalam makanan.
2. Obesitas atau kelebihan berat badan.
3. Melakukan seks anal.
4. Diare yang berkepanjangan.
5. Riwayat kesehatan keluarga dengan hemoroid, menjadikan Anda lebih berisiko menderita wasir atau hemoroid.
6. Terlalu sering duduk dalam waktu lama.
7. Batuk dan muntah-muntah yang berkelanjutan.
8. Sering mengangkat beban berat.
9. Kehamilan sebagai kondisi yang bisa meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di panggul. Pembuluh darah akan membesar dan hemoroid    akan muncul. Hemoroid biasanya akan sembuh setelah Anda melahirkan.
10.Bertambahnya usia. Saat usia semakin menua, jaringan penopang tubuh semakin lemah. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena       hemoroid.

 

Diagnosis Wasir (Hemoroid)
1. Pemeriksaan Colok Dubur atau Digital Rectal Examination
Bila bagian luar dari anus sudah diperiksa, kemungkinan dokter juga akan melakukan pemeriksaan colok dubur atau digital rectal examination (DRE). Pemeriksaan colok dubur ini dilakukan untuk memeriksa kondisi usus besar bagian bawah (rektum), apakah ada tumbuh massa atau kelainan lain.
Dalam prosedur pemeriksaan ini, dokter akan memakai sarung tangan dan menggunakan pelumas. Dokter memakai jari telunjuknya untuk memeriksa apakah ada kelainan di dalam dubur. Pemeriksaan ini seharusnya tidak menyakitkan, tapi Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman. Pemeriksaan colok dubur pada umumnya hanya memakan waktu beberapa menit saja.

2. Prosedur Pemeriksaan Proktoskopi
Pemeriksaan lanjutan memakai proktoskop mungkin diperlukan. Proktoskopi adalah pemeriksaan kanal anus memakai teropong besi atau plastik khusus yang disebut dengan proktoskop. Kanal anus merupakan bagian akhir dari rektum sebelum anus, yang terdiri dari cincin otot yang kontraksi dan relaksasi saat tidak dan akan buang air besar. Sedangkan rektum adalah saluran berotot dengan panjang sekitar 20 cm yang menghubungkan usus besar dengan anus. Anus sendiri merupakan bagian tubuh tempat dikeluarkannya kotoran, isi perut dan gas dari tubuh.
Dengan prosedur ini, dokter bisa melihat seluruh kanal anus atau bagian terakhir dari usus besar yaitu rektum. Ada kemungkinan dokter akan mengambil sampel jaringan dari dalam rektum untuk diperiksa di laboratorium. Pengambilan sampel jaringan ini disebut dengan istilah biopsi.

 

Jenis Pengobatan yang Disarankan
1. Suppositoria adalah jenis obat-obatan yang dimasukkan langsung ke dalam anus. Obat-obatan sejenis ini bisa dipakai untuk meredakan    pembengkakan atau ketidaknyamanan yang dirasakan pasien.
2. Pemakaian krim kortikosteroid
3. Obat pereda rasa sakit
4. Produk yang mengandung obat bius lokal mungkin juga akan disarankan dokter untuk mengobati hemoroid. Misalnya pengobatan oles yang    bisa dibeli langsung, dan sebaiknya hanya dipakai beberapa hari. Obat oles bisa membuat kulit jadi lebih sensitif. Obat ini bisa    membantu beberapa orang yang mengalami hemoroid yang sangat menyakitkan. Tanyakan pada dokter sebelum memakai obat ini.
5. Penggunaan laksatif atau obat pencahar

 

 

Penanganan Hemoroid dengan Operasi

1. Pengikatan hemoroid

Gbr3.Skleroterapi

Pengikatan ini melibatkan tali yang elastis diikatkan dengan kuat pada dasar dari hemoroid untuk memotong aliran darah. Tanpa aliran darah, hemoroid akan terlepas setelah seminggu menjalani perawatan ini.
Proses ini tidak memerlukan pembiusan dan pasien bisa kembali beraktivitas normal keesokan harinya. Rasa tidak nyaman dan nyeri mungkin akan muncul selama satu atau dua hari. Obat pereda rasa sakit biasa cukup efektif untuk mengatasi rasa sakit ini. Jika perlu, dokter akan memberi resep obat dengan dosis yang jauh lebih kuat.
Anda mungkin tidak menyadari ketika hemoroid sudah terlepas. Biasanya akan terlepas saat Anda buang air besar. Jika Anda melihat adanya lendir atau mukosa pada tujuh hari setelah prosedur pengikatan, berarti hemoroid sudah terlepas.
Tukak atau luka bisa saja muncul pada lokasi pengikatan. Tukak biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan.

 

2. Suntikan skleroterapi
Pada proses skleroterapi, larutan kimia disuntikkan ke dalam pembuluh darah pada anus. Suntikan ini akan menghilangkan rasa sakit dengan membuat ujung saraf menjadi mati rasa (kebas) pada lokasi penyuntikan. Suntikan ini juga membuat jaringan hemoroid mengeras dan akhirnya terbentuk sebuah luka. Setelah sekitar satu setengah bulan, ukuran hemoroid akan mengecil atau menyusut.
Setelah penyuntikan, hindari olahraga yang melelahkan sepanjang hari.  


3. Koagulasi dengan inframerah
Koagulasi dengan inframerah terkadang juga dipakai untuk menangani hemoroid. Pada prosesnya, sebuah alat yang memancarkan sinar inframerah dipakai untuk membakar jaringan hemoroid. Langkah ini juga berfungsi untuk memotong aliran darah.
Selain inframerah, prosedur yang sama juga bisa dilakukan memakai arus listrik. Metode ini lebih dikenal dengan nama diatermi atau elektroterapi untuk wasir.