Sumber: http://portalhr.com/


 

Di tengah maraknya persaingan bisnis yang berimbas kepada perebutan talent terbaik yang ada di pasar bahkan yang sudah ada di dalam organisasi, maka strategi membuat karyawan makin engage pun menjadi penting. Di antara banyak ragam bagaimana cara membuat agar SDM terbaik tidak keluar organisasi, salah satunya adalah pemberian fasilitas kesehatan bagi karyawan untuk memberikan kenyamanan dalam bekerja dan ujungnya meningkatkan produktifitas karyawan itu sendiri.

 

yosi

 

“If you take care of your employee, they will take care of your business,” inilah motivational quote dari Richard Branson, Founder of Virgin Group, yang dikutip oleh Yosi Widhayanti, Senior VP Owlexa Healthcare (Lintasarta Group) dalam sebuah event Compensation and Benefit Day’s di Jakarta beberapa waktu lalu. Yosi menekankan bahwa harus ada keselarasan dari apa yang dilihat oleh karyawan terhadap perusahaannya dan bagaimana manajemen perusahaan memiliki mindset yang sama untuk memberikan prioritas layanan atau benefit terbaik apa yang bisa diberikan kepada para karyawannya.

 

“Perusahaan harus yakin bahwa seiring dengan majunya usaha atau bisnis perusahaan itu tidak pernah lepas dari kontribusi para karyawa, dan sudah seharusnya perusahaan mulai serius memikirkan imbalan balik apa yang terbaik dan dibutuhkan oleh para karyawannya,” tutur Yosi. Ia pun menyebutkan beberapa kiat yang dilakukan di beberapa organisasi di antaranya, misalnya kebijakan meal breaks, pay raise, paid vacation, maupun social security. Yosi berujar, “Salah satu dari strategi-strategi tersebut, satu yang cukup penting adalah memberikan benefit kepada karyawan di bidang kesehatan.”

 

Yosi lantas menjelaskan setidaknya ada 8 (delapan) alasan bagaimana perusahaan bisa mengambil keuntungan manfaat kesehatan karyawan ini. Di antaranya; 1) mengurangi ketidakhadiran karena alasan sakit; 2) menghemat biaya karena terhindar dari pos biaya sakitnya si karyawan, 3) bisa meningkatkan kepuasan kerja, 4) memperkuat hubungan baik dengan karyawan, 5) yang cukup penting adalah membantu perusahaan mempertahankan karyawan terbaik. “Seandainya ada tawaran dari perusahaan lain, karyawan akan bisa mempertimbangkan apakah fasilitas kesehatan yang ditawarkan lebih baik dari perusahaan sebelumnya, apakah untuk urusan kesehatan dijamin semuanya, hanya sebagian, atau malah tidak ada sama sekali, sehingga ia bisa memutuskan apakah pindah atau stay,” terang Yosi.

 

Manfaat selanjutnya menurut Yosi adalah; 6) bisa memberikan kenyamanan, di mana saat ada karyawan sakit maka ia akan tenang karena sudah ada jaminan pasti dari perusahaannya. Manfaat ke-7, adalah bisa memberikan contoh yang baik, ini bisa menekankan bahwa suatu perusahaan memiliki value yang jelas dalam hal memperhatikan kesehatan karyawannya, membuat karyawan merasa nyaman menjadi penting bagi perusahaan. “Dan terakhir ke-8 yakni dengan memberikan layanan kesehatan diharapkan bisa meningkatkan produktifitas karyawan,” imbuh Yosi.

 




Tantangan Perusahaan Kelola Medical Expenses

 

Meski demikian Yosi mengingatkan bahwa ada pula tantangan dalam penyediaan jaminan pelayanan kesehatan bagi karyawan dan keluarga, di antaranya adalah: perusahaan harus mengikuti peraturan perundang-undangan; kejadian dan resiko sakit yang tidak pasti (uncertainty); keanekaragaman jenis penyakit; kompleksitas pelayanan kesehatan; dan kompleksitas administrasi. “Administrasi ini terkait bagaimana memonitor mulai dari karyawan masuk RS, dirawat, hingga saat keluar dari RS, bagaimana mengurus klaim-klaimnya, dan apakah layanan yang diberikan oleh RS itu sesuai dengan penyakit yang diderita oleh karyawan,” tutur Yosi.

Dalam hal pengelolaan kesehatan ini, lanjut Yosi, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yang pertama dari sisi karyawan harus dilihat bagaimana sebaran demografinya, apakah lingkungannya banyak di area pabrik dan bagaimana pula treatment kesehatannya. Hal kedua dari sisi budget, bagaimana jumlah anggaran yang dimiliki, apakah mencukupi, kurang atau bagaimana posisi sebenarnya. Yang ketiga terkait dengan kerjasama dengan pihak Rumah Sakit, apakah hanya di lokasi tempat perusahaan berada, atau sampai di daerah-daerah di mana terdapat para karyawan dan keluarga karyawan yang berada di daerah-daerah, bahkan perlu tidaknya perusahaan menjalin kerjasama dengan RS di luar negeri. Juga apakah perlu sebagai pengelola SDM perlu mengadakan ambulan maupun dokter atau perawat yang yang standby. Diperlukan bagaimana pula mengelola informasi tentang kesehatan para karyawan, dan tidak kalah penting adalah manajemen reporting tentang kondisi kesehatan karyawan.

 

pengelolaa kesehatan owlexa

 

Untuk itulah perusahaan memerlukan sebuah layanan kesehatan yang menyeluruh, serta mampu melayani selama 24 jam, manakala ada kejadian yang perlu diantisipasi karyawan yang tiba-tiba harus masuk RS, diperlukan uang jaminan atau pembayaran dalam jumlah tertentu di luar jam kantor. “Inilah yang akan merepotkan para pengelola SDM, dan ini belum lagi kalau karyawan memerlukan informasi terkait hak akses mereka terhadap jaminan kesehatannya, atau diperlukan tindakan evakuasi dari daerah-daerah yang susah terjangkau dan harus dilakukan rujukan ke RS yang lebih besar, baik menggunakan ambulan atau bahkan helikopter, serta antisipasi jika karyawan yang sakit direkomendasikan untuk dirawat di rumah atau home healthcare namun tetap memerlukan pengawasan dokter dan pengobatan rawat jalannya,” jelas Yosi.

 

kebutuhan layanan kesehatan

 

Tantangan lain yang dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana pula mengelola fraud di bidang kesehatan, misalnya kalau ada kesalahan diagnosa, kesalahan klaim, atau kesalahan atas tindakan yang telah dilakukan. Yosi menambahkan, “Masalah fraud ini kalau tidak dikelola dengan baik akan berimbas pada budget perusahaan yang bisa membengkak. Juga penting bagaimana desease management diterapkan, misalnya jenis penyakit-penyakit apa yang bisa ditanggulangi sebelum terjadi kejadian di suatu lokasi tertentu. Kemudian kebutuhan reporting juga penting, baik untuk karyawan maupun untuk perusahaan.”

 

Dan untuk alasan-alasan tersebut, Yosi menekankan bahwa perusahaan dengan jumlah karyawan yang mencapai ribuan dengan permasalahan kompleks, jelas membutuhkan suatu teknologi. “Di mana baik karyawan maupun manajemen perusahaan dapat mengakses portal kesehatan yang informasinya senantiasa diperbarui, dan untuk mengakomodir kebutuhan karyawan Gen Y yang akrab dengan gadget, maka diperlukan sebuah mobile apps, sehingga ini akan memudahkan akses layanan kesehatan dalam genggaman tangan,” katanya lagi.

 

 



Solusi Jitu Kelola Medical Expenses

 

Sebelum membahas mengenai mobile apps apa yang bisa dimanfaatkan oleh sebuah perusahaan dalam mengelola kesehatan karyawannya, Yosi menjelaskan alur penyelenggaraan pelayanan kesehatan karyawan dan keluarga, yang diawali dengan tahapan; penentuan manfaat kesehatan, di mana perusahaan harus bisa mendefinisikan manfaat kesehatan bagi karyawan itu apa saja, bagaimana kemudian pengelolaan data karyawan dan keluarga dilakukan mapping, supaya terlihat suatu karyawan jelas telah memiliki hak apa saja, fasilitas kesehatan apa saja yang bisa ia dapatkan, bagaimana kerjasama perusahaan dengan pihak penyedia layanan kesehatan termasuk di dalamnya adalah RS, Klinik, Lab dan lain sebagainya.

 

solusi owlexa

 

Kemudian pengelolaan utilisasi pelayanan kesehatan di mana ini fungsinya untuk melakukan monitoring apakah pelayanan yang diberikan kepada karyawan sudah tepat porsinya, kurang atau bahkan overdosis. Selanjutnya bagaimana perusahaan mengelola proses klaim dan pembayaran biaya kesehatan baik kepada karyawan jika melakukan reimbursment ataupun pembayaran ke RS, dan ujung dari proses kesemuanya ini adalah pelaporan.

 

“Proses ini bisa dilakukan oleh perusahaan itu sendiri atau yang disebut swa kelola, melalui asuransi, maupun pihak ketiga selaku administrator. Semua perusahaan tentu menginginkan proses-proses tersebut bisa dilakukan secara cepat dalam pelayanan, akurasi datanya valid, responsif dalam pelayanan, serta efisien baik menyangkut waktu maupun biaya. Di sinilah pihak administrator memainkan perannya yakni membantu fungsi perusahaan atau asuransi kepada RS, apotik, klinik, lab dan optik sebagai entitas penyedia layanan kesehatan dan kepada karyawan atau keluarga sebagai pengguna dari program pelayanan kesehatan,” terang Yosi.

 

Yosi menambahkan bahwa administrator (Third Party Administrator/TPA) adalah suatu organisasi yang memproses biaya atau klaim dari layanan kesehatan dan aspek tertentu dari manfaat kesehatan, untuk memberikan layanan kepada karyawan dan keluarga. Sebagai perantara tentunya dituntut untuk bisa mengawal proses awal hingga pelaporan secara cepat, akurat dan menyajikan data-data yang uptodate, yang bisa diakses via portal, email, bahkan secara realtime supaya dapat terbaca status kesehatan karyawan.

 

teknologi owlexa

 

Yosi pun pada akhirnya memperkenalkan bahwa perusahaannya, Owlexa Healthcare telah mampu memberikan solusi bagi perusahaan untuk mengelola segala macam urusan kesehatan bagi karyawannya. “Kami adalah salah satu divisi dari Group Lintasarta yang memang core business-nya adalah technology based. Dan untuk layanan di bidang kesehatan ini kami telah memberikan kemudaha-kemudahan seperti untuk penyedia jasa, bisa kita berikan terminal EDC, di mana karyawan cukup membawa satu kartu yang dengan mesin EDC ini kemudian bisa dibaca informasi tentang kesehatan yang bisa dimonitor oleh perusahaan, maupun karyawan itu sendiri. Selain EDC juga bisa melalui notifikasi SMS. Menariknya, karyawan juga dibekali dengan mobile apps yang menginformasikan status kesehatannya serta bisa dilihat progressnya,” ujar Yosi bersemangat.

 

Sedangkan fasilitas pelayanan administrator yang ditawarkannya ini, masih menurut Yosi, meliputi beberapa keunggulan, yakni; Sistem Teknologi Informasi, di mana memang fungsi administrasi sebenarnya bisa saja dilakukan secara manual namun dengan kehadiran teknologi jelas akan sangat membantu; Cashles, yakni kemudahan bagi karyawan tidak perlu repot-repot lagi membawa uang tunai pada saat berobat, Online EDC, yang mana sistem ini akan terwakili dengan sebuah kartu Membership Card yang bisa menampilkan informasi dan data-data kesehatan para karyawan, dari sini misalnya akan terlihat seorang karyawan itu memiliki hak akses layanan kesehatan seperti apa, rawat inapnya kelas berapa, rawat jalannya misalnya senilai Rp 200.000 sehari untuk biaya dokternya, dan kalau ada kekurangan apakah akan dibayarkan dulu oleh perusahaan; dan semua layanan ini harus didukung oleh layanan Contact Center & Monitoring 24/7, yang akan menjawab semua pertanyaan dari karyawan maupun pihak manajemen perusahaan; sedangkan untuk urusan Claim Process Payment akan memudahkan karyawan untuk tidak repot-repot mengurusi teknisnya; di samping itu para pengelola SDM akan terbantu dengan adanya Administrasi Dana dan Pelaporan-nya.

 

Bisnis Proses owlexa

 

Bagaimana tahapan bisnis prosesnya, Yosi pun menerangkan alurnya, di mana tahapannya adalah sebagai berikut; 1) Registrasi, peserta membawa kartu pasien. Petugas provider pendaftaran menggesekkan kartu peserta ke termina EDC; 2) Pelayanan Kesehatan, peserta mendapatkan pelayanan kesehatan; 3) Case Monitoring, TPA melakukan proses monitoring, mulai dari kesesuaian kamar, diagnosa penyakit hingga tindakan yang dilakukan; 4) Payment, peserta membawa kartu peserta, kemudian kasir melakukan proses pembayaran, dan ini sifatnya cashless; serta 5) Claim, proses administrasi claims oleh TPA.

 



Fitur-fitur Mobile Apps Medical Expenses

 

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, Yosi memperlihatkan contoh penggunaan sistem teknologi yang ditawarkan oleh Owlexa di mana tampak data-data dalam bentuk diagram yang memberikan informasi mengenai berapa jumlah peserta, jenis kelaminnya, berapa umurnya, berapa karyawan yang sering sakit, penyakit apa saja yang sering diderita, dan data ini bisa mudah ditampilkan secara online.

 

login owlexa

 

customer portal

 

Dalam laporan klaim juga bisa dipelajari data-data mengenai jumlah pembayaran secara cashless, detil berapa pembayaran untuk layanan gigi, rawat inap, melahirkan, maupun rawat jalan dan lain sebagainya. Informasi ini bisa dilihat statistiknya dalam periode tertentu, bisa setiap bulan, per 3 bulan, 6 bulan atau setahun.

 

laporan klaim

 

laporan per departemen

 

Laporan per departemen juga memberikan gambaran kasus-kasus yang sering terjadi, bagaimana proses reimbursment-nya, apakah satu departemen dananya kurang atau justru berlebih dibanding dengan departemen lainnya, juga akan terlihat sebaran RS maupun klinik mana saja yang sering digunakan, dan secara total pengelola SDM akan bisa mengetahui berapa jumlah budget yang sudah terserap dalam program kesehatan karyawan ini. Menariknya dengan teknologi ini akan bisa disortir jenis penyakit yang masuk 10 besar, termasuk mengurutkan siapa saja yang masuk 10 besar karyawan yang sering mengalami sakit dan berapa jumlah dana yang sudah dikeluarkan untuk mengobati setiap karyawan dan juga keluarga yang menjadi tanggungannya tersebut.

 

top 10 penyakit

 

informasi lokasi

 

inilah mobile apps

 

status klaim

 

“Dan semua ini sudah dikembangkan sedemikian rupa dalam bentuk mobile apps, sehingga memudahkan penggunaannya, dan tentu cocok untuk para karyawan-karyawan generasi muda yang sudah sangat lekat dengan gadget. Mobile apps ini akan bisa memuat informasi dalam bentuk fitur-fitur seperti; Profile Karyawan, Search Provider terdekat dalam radius tertentu dan ini sudah terintegrasi dengan Google Map sehingga memudahkan karyawan yang sedang bertugas di luar daerah, Call Center, Status Claim, dan Benefit Kesehatan,” tukas Yosi. (*/@erkoes)