Administrator
13 Maret 2026

Digitalisasi di sektor kesehatan digadang-gadang sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan di rumah sakit maupun klinik. Dengan sistem yang terintegrasi, fasilitas kesehatan diharapkan dapat mengelola data pasien dengan lebih rapi, mempercepat proses pelayanan, serta mengurangi ketergantungan pada proses administratif manual.
Di lapangan, realitasnya ternyata tidak selalu sejalan. Tak sedikit tenaga medis justru merasa bahwa digitalisasi membawa tantangan baru dalam pekerjaan sehari-hari. Alih-alih menyederhanakan proses, beberapa sistem justru menambah kompleksitas dalam alur kerja.
Ketika Digitalisasi Tidak Menyederhanakan Proses
Penggunaan kertas memang berkurang secara signifikan di banyak fasilitas kesehatan sejak penggunaan Sistem Informasi Manajemen Klinik atau Rumah Sakit (SIMKlinik/SIMRS). Namun, hal ini tidak otomatis mengurangi beban administratif tenaga medis.
Dalam praktiknya, dokter dan perawat masih harus mengalokasikan waktu yang cukup besar untuk melakukan berbagai proses pencatatan, pengisian data, hingga pelaporan. Sebagian laporan yang dihasilkan oleh aplikasi yang diterapkan terkadang belum sempurna, sehingga menghambat proses integrasi ke SATUSEHAT maupun proses klaim BPJS Kesehatan.
Akibatnya, fokus tenaga medis sering kali terbagi antara memberikan pelayanan kepada pasien dan menyelesaikan kewajiban administratif yang beruntun.
Digitalisasi Seharusnya Memahami Alur Kerja Fasilitas Kesehatan
Semestinya, digitalisasi bukan hanya memindahkan proses pencatatan manual dari kertas ke layar komputer. SIMRS maupun SIMKlinik perlu dirancang dengan pemahaman yang mendalam terhadap alur operasional di lapangan, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan integrasi ekosistem eksternal serta kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan Kementrian Kesehatan.
Solusi digital yang efektif seharusnya mampu:
Menyederhanakan proses kerja tenaga medis
Mengurangi beban administratif yang tidak perlu
Menghasilkan data yang relevan untuk kebutuhan operasional dan manajerial
Dengan pendekatan tersebut, teknologi dapat benar-benar mendukung pelayanan kesehatan, bukan sekadar menjadi alat pencatatan tambahan.
Memperkenalkan Solusi yang Lahir dari Problema Operasional Fasilitas Kesehatan
Owlexa menghadirkan Terasehat sebagai Healthcare Operating Platform yang dirancang untuk membantu fasilitas kesehatan menjalankan operasional secara lebih efisien.
Terasehat tidak hanya berfungsi sebagai SIMFaskes atau aplikasi pencatatan biasa, melainkan sebagai platform yang membantu mengintegrasikan berbagai proses operasional—mulai dari registrasi pasien, pengelolaan data klinis, hingga kebutuhan administrasi dan pelaporan.
Platform ini juga dikembangkan dengan memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di industri kesehatan serta mendukung interoperabilitas antar sistem. Dengan demikian, fasilitas kesehatan dapat tetap memenuhi standar kepatuhan sekaligus menjaga kelancaran pertukaran data dengan berbagai sistem pendukung lainnya. Dampaknya, dokumentasi yang dihasilkan siap menunjang proses audit dan akreditasi rumah sakit maupun klinik.
Mengembalikan Fokus pada Pelayanan Pasien
Pada akhirnya, tujuan utama digitalisasi di sektor kesehatan adalah membantu tenaga medis bekerja lebih efektif sehingga mereka dapat kembali fokus pada hal yang paling penting: pelayanan kepada pasien. Hal ini penting, karena kualitas pelayanan kesehatan yang prima merupakan tulang punggung keberlangsungan bisnis fasilitas kesehatan. Untuk itu, dibutuhkan sistem yang tepat—yang mampu mendukung operasional sekaligus meningkatkan efisiensi layanan. Terasehat dapat menjadi pertimbangan Anda untuk mewujudkannya.
Kabar baiknya, apabila Anda merasa bila aplikasi yang sedang digunakan di klinik/rumah sakit Anda belum efektif, ada cara untuk mengoptimalkan kinerjanya. Anda mungkin tidak perlu beralih ke sistem lain, namun memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence agar dapat mencapai performa puncaknya.
Hubungi tim kami di sales.owlexa@lintasarta.co.id untuk berdiskusi terkait optimalisasi kinerja fasilitas kesehatan Anda.


